Kemdiktisaintek Pastikan Skema Student Loan akan Berbeda dari ITB

1 day ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memastikan skema student loan atau pinjaman pendidikan yang akan diterapkan pemerintah bakal berbeda dari sistem yang pernah berlaku di Institut Teknologi Bandung (ITB). Penerapan student loan di ITB tahun lalu menuai kritik karena bekerja sama dengan lembaga pinjaman online atau pinjol.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Mendiktisaintek Brian Yuliarto sebelumnya juga mengatakan pemerintah sedang mempelajari beberapa penerapan student loan yang pernah ada, termasuk ITB. “Itu sedang kami pelajari juga, supaya hal yang dulu menjadi hambatan sudah bisa kita antisipasi,” kata guru besar ITB itu lewat pesan singkat kepada Tempo pada Sabtu, 29 Maret 2025.
 
Sistem student loan awalnya diterapkan oleh ITB pada 2024 sebagai cara agar mahasiswa mampu membayar uang kuliah tunggal (UKT). Mahasiswa yang tidak mampu membayar secara kontan bisa meminjam dana yang kemudian akan dilunasi dalam waktu 6 atau 12 bulan. ITB saat itu menggandeng platform pinjol PT Inclusive Finance Group, atau yang dikenal sebagai Danacita.
 
UKT yang harus dibayarkan mahasiswa di ITB mencapai besaran Rp 12,5 juta per semester. Situs web Danacita saat itu menggambarkan simulasi cicilan bagi mahasiswa yang meminjam dana ke mereka. 
 
Sesuai dengan simulasi yang dikutip Tempo pada 28 Januari 2024, disebutkan bahwa mahasiswa ITB yang mengambil pinjaman dengan tenor 6 bulan dikenakan biaya bulanan platform sebesar 1,6 persen dan biaya persetujuan 3 persen. Artinya, peminjam harus mencicil Rp 2.345.834 per bulan atau total pengembalian dalam 6 bulan mencapai Rp 14.074.004.
 
Sedangkan mahasiswa yang menarik pinjaman dengan tenor 12 bulan dikenakan biaya bulanan platform 1,75 persen serta biaya persetujuan 3 persen. Sehingga peminjam harus membayar angsuran Rp 1.291.667 per bulan atau Rp 15,5 juta per tahun.
 
Skema Baru Pinjaman Pendidikan

Kini, Kemdiktisaintek di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menghidupkan wacana pinjaman pendidikan. Pemerintah berencana meluncurkan skema ini pada Agustus atau September 2025. Kemdiktisaintek bakal berbagi peran dengan perbankan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dikelola oleh Kementerian Keuangan.
 
Peran perbankan adalah memberi pinjaman semacam kredit usaha rakyat (KUR) kepada mahasiswa. Kemudian LPDP akan membayarkan premi asuransi dan bunga ke mahasiswa untuk dibayar ke bank, sementara Kemdiktisaintek berperan sebagai pengelola dan penjamin kredit.
 
Mahasiswa nantinya akan menyetorkan angsuran dan bunga dari LPDP ke bank. “Bunga fixed rate (tarif tetap) akan dibayarkan LPDP sekaligus di awal pinjaman ke mahasiswa untuk disetor ke bank bersama angsuran,” kata Stella dalam penjelasannya kepada Tempo.
 
Ia mengungkap diskusi tentang skema ini sudah hampir selesai. “Diskusi sudah hampir final dengan Kemenkeu dan LPDP serta perbankan,” ucapnya.
 
Sebelumnya, wacana pinjaman pendidikan di Indonesia kembali muncul dari pernyataan Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Brian mengatakan kementeriannya sedang menyiapkan sebuah lembaga pinjaman yang bertujuan membantu mahasiswa membayar biaya kuliah. Ia mengungkap rencana ini masih dalam tahap perumusan.
 
“Jadi bagaimana kami bisa mengajak partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya membuat satu lembaga. Nanti lembaga ini memberikan pinjaman secara minim,” kata dia saat ditemui di Kantor Kemdiktisaintek pada Jumat, 14 Maret 2025.  

Brian menyatakan pinjaman tersebut dapat dilunasi dalam bentuk cicilan oleh mahasiswa setelah mereka lulus kuliah. Ia berharap programnya segera diterapkan karena diyakini dapat membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi.  
 
M Rizki Yusrial berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article