BEM Universitas Udayana Desak Rektor Batalkan Kemitraan dengan TNI

1 day ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM Universitas Udayana mendesak rektorat untuk membatalkan kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana. Kemitraan tersebut terjalin lewat dokumen dengan nomor B/2134/UN14.IV/HK.07.00/2025 yang ditandatangani pada 5 Maret 2025.

"Menuntut kepada Universitas Udayana untuk membatalkan perjanjian kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat tentang sinergitas di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi," kata Ketua BEM Universitas Udayana I Wayan Arma Surya Darmaputra lewat keterangan resmi, Kamis, 3 April 2025.  

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arma menilai perjanjian tersebut masih bersifat umum dan tidak ada pengaturan teknis dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, ia mengkhawatirkan soal batasan kewenangan serta dampaknya terhadap kebebasan akademik dan independensi kampusnya.  

"Penolakan ini muncul sebagai respons kekhawatiran kami terhadap masuknya unsur militerisasi dalam institusi pendidikan, yang seharusnya tetap netral dan bebas dari kepentingan sektoral tertentu," ujar dia.  

Selain itu, BEM Universitas Udayana juga mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mencabut nota kesepahaman yang dibuat bersama TNI pada 2023. Nota kesepahaman tersebut memungkinkan adanya kerja sama antara militer dan institusi pendidikan. Kemitraan itu juga yang membuat Universitas Udayana punya legalitas untuk menggandeng institusi militer.  

"Universitas Udayana harus tetap menjadi ruang yang bebas bagi pengembangan ilmu pengetahuan tanpa intervensi yang dapat menghambat kebebasan akademik dan integritas intelektual," kata dia. 

Koordinator Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Satria Unggul menilai kerja sama antara Universitas Udayana dan TNI berpotensi merusak kebebasan akademik. Satria menjelaskan bahwa dunia akademik bertumpu pada prinsip kebenaran yang diperoleh melalui metode ilmiah. Prinsip ini tidak dapat diselaraskan dengan pendekatan militer yang bersifat komando.  

"Ini sangat jauh bertentangan dengan prinsip-prinsip otonomi perguruan tinggi atau independensi perguruan tinggi tadi," kata dia kepada Tempo pada Rabu, 2 April 2025.  

Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana mengatakan kerja sama ini mencakup beberapa kegiatan, antara lain kuliah umum dari tokoh TNI tentang kebangsaan, pelatihan bela negara dengan pendekatan non-militeristik, serta program pengabdian masyarakat bersama di bidang ketahanan pangan dan teknologi tepat guna.  

Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) prajurit aktif melalui akses ke program S1, S2, dan S3 di Universitas Udayana. Ia mengklaim, seluruh kegiatan akan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi dan tetap berada di bawah kontrol akademik.  

"Dengan kata lain, kerja sama ini tidak boleh, tidak bisa, dan tidak akan menjadi pintu masuk bagi intervensi terhadap ruang akademik kami. Otonomi dan kebebasan akademik tetap menjadi garis merah yang kami jaga dengan sangat serius," kata dia kepada Tempo, Rabu, 2 April 2025.  

Sementara itu, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengatakan pelatihan bela negara yang diisi oleh TNI di kampus bisa menjadi pintu masuk indoktrinasi nilai-nilai militer. Apalagi, kata dia, TNI memiliki kewenangan penuh dalam pelaksanaannya. Dampaknya bisa terjadi pembatasan ekspresi kritis bagi mahasiswa. 

"Pembatasan ekspresi kritis. Kehadiran militer di kampus dapat menciptakan ruang takut bagi mahasiswa yang kritis terhadap kebijakan negara atau TNI," kata dia.

Read Entire Article