Bentrokan kelompok masyarakat Desa Sawai dan Rumaolat Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, pecah pada Kamis (3/4).
Satu anggota polisi gugur dan 4 warga mengalami luka berat. Warga sekitar membenarkan peristiwa ini.
"Infonya itu katanya polisi satu meninggal dapat tembak dan 4 orang warga luka berat," kata warga setempat ketika dikonfirmasi.
Ketegangan bermula setelah salah satu sopir warga Negeri Rumaolat dihajar massa setempat saat melintas negeri jalur Sawai. Akibatnya, warga Rumaloat yang mengetahui hal itu langsung merespons degan tembakan.
Mendengarkan bunyi tembakan dari warga Rumaloat, warga Sawai langsung merespons dan mengumpulkan massa dan menuju ke perbatasan antara Sawai dan Rumaloat sembari membawa senjata tajam.
Setibanya di perbatasan Negeri Sawai dan Negeri Rumaolat, kedua massa bertemu dan terjadi aksi saling serang dengan menggunakan senapan angin, alat tajam dan batu.
Polisi Masih Berada di Lapangan
Kaur Penum Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku, AKP Imelda Haurissa, membenarkan salah satu anggota polisi yang tewas akibat bentrokan.
" 1 orang anggota Polsek Wahai Bripka Husni Abdullah, jabatan Panit Intel Polsek Wahai/Ps. Kanit Intel terkena tembakan dari OTK dan dinyatakan meninggal dunia," kata Imelda.
Polisi belum mendapat laporan lengkap terkait pemicu bentrokan. Anggota masih berada di lapangan untuk mencegah bentrokan meluas.
"Sampai saat ini menyangkut kronologis kejadian dan perkembangan situasi belum diperoleh karena sampai saat ini Kapolsek dan seluruh personel Polsek Wahai masih berada di lapangan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan," kata Imelda.